Jumat, 02 Oktober 2009

Bencana adalah Teguran

Gempa besar 7,6 SR menggoncang kawasan Sumatera Barat, Rabu, 30 September 2009 kemarin. Akibat gempa tersebut, ratusan bangunan hancur, ratusan orang dinyatakan meninggal dan luka-luka, sementara ratusan lagi diperkirakan masih tertimbun dalam reruntuhan bangunan. Memang belum ada angka resmi berapa korban serta kerugian yang ditimbulkan oleh musibah ini, tapi diperkirakan akan terus meningkat seiring dengan proses evakuasi yang sedang dilakukan. Berapapun kerugian dan korban yang ada, yang pasti musibah ini tentu menimbulkan penderitaan baru di tengah berbagai persoalan dan kesulitan yang dialami oleh rakyat yang tinggal di daerah Sumatera Barat, khususnya kota Padang dan sekitarnya. Musibah dan anugerah adalah dua hal yang tidak luput dari kehidupan manusia. Agama telah mengajarkan bagaimana menyikapi kedua hal tersebut. Saat mendapat musibah kita harus bersabar, dan itu baik bagi kita karena dengan kesabaran, kita berharap Allah mengampuni dosa-dosa kita. Jika mendapat anugerah kita harus menyikapinya dengan bersyukur, dan itu juga baik bagi kita. Dengan bersyukur akan menambah tabungan untuk bekal kehidupan kelak diakherat. Barang siapa bersyukur, Insya Allah, Allah akan menambah nikmat kepada orang tersebut dan barang siapa kufur, sesungguhnya azab Allah sangat pedih.

Sebagian orang lebih mudah untuk bersyukur tatkala menerima anugerah dan kenikmatan dibandingkan bersabar saat sedang diuji dengan musibah. Banyak orang menjadi putus asa dengan ujian berupa musibah dan memandang musibah adalah sesuatu yang harus dihindari. Dengan doa, Insya Allah akan menolak musibah yang akan terjadi, namun jika musibah sedang menimpa atau telah menimpa diri kita, kita harus berusaha menyikapi dengan sabar dan mengambil hikmah dibalik musibah tersebut.

Musibah sering dipandang sebagai sesuatu yang tidak mengenakkan, sesuatu yang menyedihkan dan lain sebagainya. Namun jika kita renungkan sedikit ternyata banyak hal yang pada mulanya kita anggap sebagai musibah pada akhirnya menjadi sebuah berkah bagi yang mengalaminya. Hikmah di balik musibah tersebut ada yang kita sadari, namun banyak juga yang kita lewatkan begitu saja. Ibarat murid disekolah, mereka akan naik kelas setelah lulus ujian, demikian pula Allah akan menguji hamba-Nya yang beriman dan akan mengangkat derajat dengan balasan di dunia dan di akherat.

Saya turut berbelasungkawa atas musibah yang menimpa penduduk daerah sumatra dan sekitarnya, tetap tabah dan selalu bertawakal, ini adalah teguran dari sang pencipta kepada kita semua... jangan pernah bersedih, karna kamu tidak sendirian, kami akan selalu menemanimu disini... bangkitlah bangsaku, bangkitlah Indonesiaku.

Tidak ada komentar: